“Kerja full time atau kerja part
time ya? Well, kenapa nggak ambil dua-duanya aja?”
Tujuan penulisan blog kali ini
adalah untuk menginspirasi pembaca siapa tahu tertarik untuk bekerja tidak
hanya full time saja, tetapi juga ingin part time. Berangkat dari definisi dulu
kali ya. Jadi, full time job itu adalah pekerjaan yang dilakukan secara rutin
selama weekdays yaitu Senin – Jumat selama 8 jam setiap harinya, dan part time
job itu adalah pekerjaan paruh waktu di luar full time job biasanya weekend.
Mayoritas pekerja full time menghabiskan waktu untuk bekerja dari Senin – Jumat
dan Sabtu Minggu digunakan untuk istirahat, jalan-jalan, pijat, ketemu pacar, kumpul
bersama keluarga, dsb. Namun, berbeda dengan mereka yang mengambil full time job
sekaligus part time job. Waktu bebasnya tidak banyak. Namun pertanyaannya
adalah kenapa masih dilakukan ya?
Well, pada dasarnya semua orang
memiliki pilihan mereka masing – masing mau bekerja seperti apa. Tidak ada yang
menyalahkan orang yang bekerja full time saja, part time saja, atau bahkan full
time sekaligus part time. Karena dibalikin lagi ke passion masing-masing orang.
Saya termasuk orang yang bekerja full time sekaligus part time. Saya full time
di salah satu kantor pemerintahan bagian keuangan dan part time sebagai Wedding
Organizer di salah satu perusahaan wedding terbesar di Jepang.
Quotes berikut ini adalah quotes
yang benar bagi saya:
“Pekerjaan yang paling enak adalah pekerjaan yang berdasarkan hobby
sendiri. Udah senang ngelakuinnya dapat uang pula”
Kesibukan saya dapat dibayangkan
Senin – Jumat itu bekerja seperti orang lain pada umumnya selama 8 jam. After
office hour, biasanya kalo rajin saya gym atau nongkrong bareng teman – teman.
Atau kalau lagi capek banget, ya langsung pulang ke kosan. Sabtu Minggu saya
habiskan waktu di pernikahan. Kadang Sabtu aja / Minggu aja namun pernah juga
Sabtu dan Minggu *larismanis* Pernah dalam satu bulan itu saya mendapatkan 3
pernikahan yang mulai akad / pemberkatan di pagi hari sehingga saya sebagai
part timer harus standby jam 4 pagi. Dulu saat saya kecil, orangtua saya sangat
susah membangunkan saya. Sesusah itu! Namun, sekarang saya bisa bangun pagi
dengan mudahnya. Itu semua karena sudah biasa bangun pagi selama Wedding.
*
Banyak yang menanyakan, kenapa
sih mau jadi Wedding Organizer? Bukannya capek? Terus yang paling banyak lagi
itu pertanyaan – pertanyaan seputar uang, misalnya uang kamu emang masih kurang
ya? Hmm semua akan saya jawab di blog ini.
Pertama, capek?
Pada dasarnya semua pekerjaan itu
tidak ada yang tidak capek. Pasti ada capeknya kan ya. Nah, saya itu sangat
senang untuk mengexplore diri saya di bidang yang saya suka yaitu serving
people karena saat kuliah juga sempat menjabat sebagai Ketua Divisi Internal
jadi kebawa aja sampai sekarang kebiasaan melayani orang. Sempat terpikir dulu
daftar pramugara tapi saat mendaftar ditolak karena ketinggian untuk
penerbangan domestik. Oiya, saya juga senang sekali jika bisa membuat orang
lain bahagia. Semua itu bisa diwujudkan saat pernikahan yang notabene cuma
sekali seumur hidup dan mereka bisa tersenyum lepas karena pernikahan mereka
berjalan dengan lancar tanpa hambatan. It’s more than everything! Capek kamu
terbayar dengan senyum puas dari kedua pengantin. Jadi capek ya bukan
penghalang untuk ngelakuin part time job. Kalau udah suka ya pasti rela kok
ngelakuin apapun! Ibarat pasangan deh, kalau udah cinta pasti nggak akan kenal
capek kan untuk bisa membahagiakan pasangan kita? Nah part time job sebagai WO
juga begitu kalau udah cinta nggak bakal kenal capek untuk bangun subuh atau
kerja sabtu minggu karena untuk membahagiakan kedua pasangan yang menikah dan
pastinya ngebahagin diri lo juga.
Kedua, emang uang kamu masih
kurang ya?
Sebenarnya saya kurang paham sih
dengan pertanyaan ini mengarah kemana. Uang itu menurut saya relatif tergantung
kita sendiri yang mengelolanya. Kadang banyak uang kurang, sedikit uang bisa
cukup. Jadi, bekerja sebagai part time itu karena ada kesenangan dan kepuasan
tersendiri yang saya dapatkan. Uang itu bonus dari kesenangan kita itu.
Kebayang gak? Jadi kamu itu ngelakuin hal yang kamu suka dan dibayar. Uangnya
bisa disimpan untuk liburan atau bisa untuk amal ibadah atau bisa juga untuk
belanja barang yang kamu idamkan. Ibarat kata, gaji dari full time job kamu itu
nggak kesentuh alias utuh. Bisa dikirim ke orang tua atau bisa juga ditabung.
Misal kamu hobby gambar atau membuat animasi. Bisa kan kamu jadikan sebagai
pekerjaan part time kamu jika ada yang meminta kamu untuk menggambar sesuatu.
Itu semua bukan karena kamu kekurangan uang, tapi emang berdasarkan hobby kamu
sehingga kamu senang ngelakuinnya.
**
Tapi, tidak setiap weekend saya
mengambil pekerjaan part time karena pasti ada masa – masa capek alias butuh
refreshing sama teman – teman. Biasanya saya ke Bandung karena Bandung adalah
kota paling enak menurut saya. Adem, makanan banyak yang enak – enak, tempat
wisata apalagi! TOP DEH! Saat sudah kembali fresh, saya langsung kembali
bekerja part time. Saya juga sempat mendaftar part time di Starbucks namun
belum dipanggil juga. Mungkin, belum rejekinya sebagai barista disana. Tapi,
jujur saya sangat ingin mengexplore diri saya di Starbucks. Asik gitu
keliatannya.
Another quotes sebagai penutup
blog kali ini:
“Selagi masih muda, yuk sibukkan diri dengan kegiatan yang kamu suka
dan perluas koneksi seluas – luasnya”
Sekian dulu bahasan saya untuk
blog yang ketiga. Semoga dapat bermanfaat dan menginspirasi pembaca semuanya.
Jika ada yang ingin ditanyakan, dapat dituliskan pada kolom komentar atau bisa
follow Instagram saya @firzamunthe
Nice...
BalasHapusThankyou eggi. Keep reading ya
Hapussungguh blog yang sangat menginspirasi kak. aku mau dong baca blog-blog kak firza selanjutnya pasti seru dan fabulous deh.
BalasHapusDitunggu ya blog berikutnya. Any request?
HapusBang, mau tips & trick dong. Or at least any requirement they are looking for =)
BalasHapusrequirement untuk bekerja sebagai part time WO ya Cel?
HapusBI wkwkwk, maksud saya kualifikasi deng kok requirement. Tapi kalo mau part time WO juga boleh XD
Hapus